Terjerat Utang, Nasib TPE48 Berada di Ujung Tanduk

Pengumuman mengenai pembentukan TPE48 memang dilakukan secara bersamaan dengan sister group AKB48 di luar Jepang lainnya, BNK48 dan MNL48. Namun nyatanya, nasib mereka tak semulus grup seangkatannya, yakni BNK48 yang telah mendirikan teaternya sendiri, serta MNL48 yang langsung “tancap gas” dengan menggelar sousenkyo pertamanya. Pasalnya, nasib TPE48 kini tengah berada di ujung tanduk, mengapa?

Pihak TPE48 Entertainment dikabarkan belum membayar gaji dari sebagian besar stafnya, termasuk pelatih anggota TPE48. Akibatnya, banyak dari mereka yang dipecat tanpa menerima gaji. Anggota-anggota dari TPE48 pun baru menerima gaji 1 kali sejak grup tersebut diresmikan pada bulan Februari, dan debut pada bulan Mei. Selain itu, mereka juga diduga belum membayar uang sewa tempat-tempat yang dipakai untuk menggelar penampilannya. Acara TPE48 bertajuk “Taiwan Village” pun mendadak diberhentikan sementara karena dugaan pihak manajemen juga belum membayar biaya produksi termasuk para kru yang bertugas.

Abe Maria yang merupakan “Team Kaigai” yang dipindahkan dari AKB48 ke TPE48 pun mendadak kembali ke Jepang karena merasa tugasnya di Taiwan telah selesai. Namun hal tersebut nampaknya dikarenakan ia tak mampu membayar biaya sewa untuk keperluan hidup di Taiwan karena pihak manajemen tak menawarkan pekerjaan lainnya terkait TPE48 untuk dirinya. Diperkirakan utang yang kini menjerat TPE48 mencapai angka 3 juta Dollar Baru Taiwan (lebih dari 1 milyar Rupiah).

Semua anggota yang terikat kontrak dengan TPE48 juga terkena imbasnya. Dengan terpuruknya keadaan manajemen saat ini, ditambah tak ada gaji yang mereka terima, membuat para anggota TPE48 dirundung kebingungan. Pasalnya, mereka tak bisa terikat kontrak dengan pihak lain secara independen tanpa seizin manajemen. Apalagi, beberapa diantaranya telah rela meninggalkan keluarga dan sekolahnya hanya untuk fokus kepada kegiatan di TPE48.

Keadaan seperti itu pun diperkeruh dengan “menghilang”-nya situs resmi TPE48. Saat ini, situs yang menjadi laman resmi utama bagi TPE48 mendadak tidak bisa diakses. Selain itu, pihak manajemen juga memilih bungkam saat ditanya mengenai hal tersebut.